Biografi Sandiaga Uno

Sandiaga Salahudin Uno atau sering dipanggil Sandiaga Uno atau Sandi Uno adalah pengusaha muda dan ternama asal Indonesia. Sering hadir di acara seminar-seminar, Sandi Uno memberikan pembekalan tentang jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), utamanya pada pemuda. Sandi lahir di Rumbai, Pekanbaru, 28 Juni 1969.
sandiaga-uno

Biografi Sandiaga Uno dari Biografi Web

Sandi Uno memulai usahanya setelah sempat menjadi seorang pengangguran ketika perusahaan yang mempekerjakannya bangkrut. Bersama rekannya, Sandi Uno mendirikan sebuah perusahaan di bidang keuangan, PT Saratoga Advisor. Usaha tersebut terbukti sukses dan telah mengambil alih beberapa perusahaan lain. Pada tahun 2009, Sandi Uno tercatat sebagai orang terkaya urutan ke-29 di Indonesia menurut majalah Forbes.

Sakana Food Depok www.sakana.id

Di Indonesia, relatif amat susah mencari orang sukses dalam usia yang relatif muda, setidaknya dalam usia di bawah 40 tahun. Namun demikian, diantara susahnya menemukan orang sukses tersebut, muncul milyarder muda, Sandiaga Salahuddin Uno.

Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) pasti kenal dengan sosok Sandiaga S. Uno. Dia telah lengser dari jabatan ketua umum pusat organisasi yang beranggota lebih dari 30 ribu pengusaha itu.

Sandi -demikian penyandang gelar MBA dari The George Washington University itu biasa disapa- tercatat sebagai orang terkaya ke-63 di Indonesia versi Globe Asia. Kekayaannya USD 245 juta.

Sandi menyatakan tak disiapkan untuk menjadi pebisnis oleh orang tuanya. ”Orang tua lebih suka saya bekerja di perusahaan, tidak terjun langsung menjadi wirausaha,” ujar pria penggemar basket itu.

”Menjadi pengusaha itu pilihan terakhir,” akunya. Karena itulah, dia tak berpikir menjadi pengusaha seperti yang telah dilakoni selama satu dekade ini. ”Saya ini pengusaha kecelakaan,” katanya, lantas tertawa.

Kiprah bisnis Sandi kini dibentangkan lewat Grup Saratoga dan Recapital. Bisnisnya menggurita, mulai pertambangan, infrastruktur, perkebunan, hingga asuransi. Namun, dia masih punya cita-cita soal pengembangan bisnisnya. “Saya ingin masuk ke sektor consumer goods. Dalam 5-10 tahun mendatang, bisnis di sektor tersebut sangat prospektif,” katanya, optimistis.

Seorang pebisnis, kata dia, memang harus selalu berpikir jangka panjang. Bahkan, berpikir di luar koridor, berpikir apa yang tidak pernah terlintas di benak orang. “Mikir-nya memang harus jangka panjang.”

Dia mencontohkan, dirinya masuk ke sektor pertambangan awal 2000. Saat itu, sektor tersebut belum se-booming sekarang. ”Jadi, ketika sektor itu sekarang naik, kami sudah punya duluan,” ujarnya.

Sandi semula adalah pekerja kantoran. Pascalulus kuliah di The Wichita State University, Kansas, Amerika Serikat, pada 1990, Sandi mendapat kepercayaan dari perintis Grup Astra William Soeryadjaja untuk bergabung ke Bank Summa. Itulah awal Sandi terus bekerja sama dengan keluarga taipan tersebut. ”Guru saya adalah Om William (William Soeryadjaja, Red),” tutur pria kelahiran 28 Juni 1969 itu.

Bapak dua anak itu kemudian sedikit terdiam. Pandangannya dilayangkan ke luar ruang, memandangi gedung-gedung menjulang di kawasan Mega Kuningan. ”Saya masih ingat, sering didudukkan sama beliau (William Soeryadjaja, Red). Kami berdiskusi lama, bisa berjam-jam. Jiwa wirausahanya sangat tangguh,” kenangnya. William tanpa pelit membagikan ilmu bisnisnya kepada Sandi. Dia benar-benar mengingatnya karena itulah titik awal dia mengetahui kerasnya dunia bisnis.

Di tanah air, Sandi hanya bertahan satu setengah warsa. Dia harus kembali ke AS karena mendapat beasiswa dari bank tempatnya bekerja. Dia pun kembali duduk di bangku kuliah The George Washington University, Washington. Saat itulah, fase-fase sulit harus dia hadapi. Bank Summa ditutup. Sandi yang merasa berutang budi ikut membantu penyelesaian masalah di Bank Summa.

Sandi kemudian sempat bekerja di sebuah perusahaan migas di Kanada. Dia juga bekerja di perusahaan investasi di Singapura. ”Saya memang ingin fokus di bidang yang saya tekuni semasa kuliah, yaitu pengelolaan investasi,” tutur ayah dari Anneesha Atheera dan Amyra Atheefa itu.

Mapan sejenak, Sandi kembali terempas. Perusahaan tempat dia bekerja tutup. Mau tidak mau, dia kembali ke tanah air. ”Saya berangkat dari nol. Bahkan, kembali dari luar negeri, saya masih numpang orang tua,” katanya.

Sandi mengakui, dirinya semula kaget dengan perubahan kehidupannya. ”Biasanya saya dapat gaji setiap bulan, tapi sekarang berpikir bagaimana bisa survive,” tutur pria kelahiran Rumbai itu. Apalagi, ketika itu krisis.

Dia kemudian menggandeng rekan sekolah semasa SMA, Rosan Roeslani, mendirikan PT Recapital Advisors. Pertautan akrabnya dengan keluarga Soeryadjaja membawa Sandi mendirikan perusahaan investasi PT Saratoga Investama Sedaya bersama anak William, Edwin Soeryadjaja. Saratoga punya saham besar di PT Adaro Energy Tbk, perusahaan batu bara terbesar kedua di Indonesia yang punya cadangan 928 juta ton batu bara.

Bisa dibilang, krisis membawa berkah bagi Sandi. ”Saya selalu yakin, setiap masalah pasti ada solusinya,” katanya. Sandi mampu ”memanfaatkan” momentum krisis untuk mengepakkan sayap bisnis. Saat itu banyak perusahaan papan atas yang tersuruk tak berdaya. Nilai aset-aset mereka pun runtuh. Perusahaan investasi yang didirikan Sandi dan kolega-koleganya segera menyusun rencana. Mereka meyakinkan investor-investor mancanegara agar mau menyuntikkan dana ke tanah air. ”Itu yang paling sulit, bagaimana meyakinkan bahwa Indonesia masih punya prospek.”

Mereka membeli perusahaan-perusahaan yang sudah di ujung tanduk itu dan berada dalam perawatan BPPN -lantas berganti PPA-. Kemudian, mereka menjual perusahaan itu kembali ketika sudah stabil dan menghasilkan keuntungan. Dari bisnis itulah, nama Sandi mencuat dan pundi-pundi rupiah dikantonginya.

Sandi terlibat dalam banyak pembelian maupun refinancing perusahaan-perusahaan. Misalnya, mengakuisisi Adaro, BTPN, hingga Hotel Grand Kemang. Dari situlah, kepakan sayap bisnis Sandi melebar hingga kini.

Terpaksa ke Mal demi Anak

Sandiaga S. Uno adalah citra kesuksesan. Semua orang tahu hal itu. Namun, di balik aktivitasnya yang padat, dia merasa berdosa kepada keluarga. Sebab, waktunya hampir habis tersita untuk aktivitas bisnis dan organisasi. “Saya merasa nggak adil sama keluarga. Saya kerja begini untuk siapa? Rasanya ada yang hilang,” tutur Sandi.

Sandi mengaku, biasanya menjadikan Sabtu-Minggu sebagai hari untuk keluarga. Itu pun sangat terbatas. “Saya paling suka ke Senayan. Pasti Sabtu olahraga bareng keluarga di sana. Pagi lari, agak siang sedikit pukul-pukul bola, golf,” ceritanya.

Kemudian, biasanya mereka sekeluarga jalan-jalan ke mal. “Sebenarnya, saya paling nggak suka ke mal. Tapi, ya sedikit menyenangkan anaklah,” kata Sandi yang mengaku tak tertarik terjun ke dunia politik.

Sandi lantas tertawa mengingat polah lucu sang anak itu. “Jujur, saya selalu ingin ada di samping mereka. Saya ingin memberikan yang terbaik,” tambahnya dengan mimik serius.

Karena itu, Sandi kerap berangan-angan bahwa sehari itu bukan 24 jam. “Seandainya sehari itu ditambah empat jam saja, tambahan empat jam tersebut akan saya habiskan bersama keluarga,” tegasnya.

Biodata Sang Miliarder

Nama Lengkap : Sandiaga Salahuddin Uno
Tempat/tanggal lahir : Rumbai, 28 Juni 1969

Pendidikan Formal :

  • Bachelor of Business Administration, The Wichita State University, Kansas, AS, lulus 1990
  • Master of Business Administration, The George Washington Univ., Washington, AS, lulus 92

Pengalaman Kerja

  • Summa Group, Jakarta (Mei 1990-Juni 1993)
  • Seapower Asia Investment Limited, Singapura (Juli 1993-April 1994)
  • MP Holding Limited Group, Singapura (Mei 1994-Agustus 1995)
  • NTI Resources Limited, Calgary, Canada (September 1995-April 1998)
  • PT Saratoga Investama Sedaya (April 1998- sekarang)

Dapatkan Update Rumus dan Soal Terbaru Dari Blog ini! Dengan memasukkan alamat email Anda di bawah ini, maka Anda akan mendapatkan update terbaru secara langsung.


rumus

Jika rumus ini bermanfaat, silakan klik Like Facebook

12 thoughts on “Biografi Sandiaga Uno

  1. Vadzar D' Netha says:

    cool

  2. nugroho says:

    amaizig,membaca membaca kisah hidupnya saya sangat terinspirasi bahwa semua bisa asal mo kerja keras dan meyakini apa yang akan menjadi cita-citanya ,sekaliapun banyak yg meremehkan [pasti akan ada masanya seseorang akan sukses tentu saja proses itu lebih penting yang harus kita jalani..

  3. cici kawai says:

    Aduhhh aku ga tau mau bilang apa, tp aku sangat mengidolakan banget bapak sandiaga uno… Subuhanallah usia bpk yg msh cukup muda bisa sukses sprti ini,, ini membantu kami anak2 muda untuk lebih semangat dan sgt termotifasi untuk bisa lebih maju lg, dan sangat ini bisa sukses..semoga bisa dibantu kiat_kiatnya. Terimakasih sukses selalu pak

  4. […] Sandi Uno memulai usahanya setelah sempat menjadi seorang pengangguran ketika perusahaan yang mempekerjakannya bangkrut. Bersama rekannya, Sandi Uno mendirikan sebuah perusahaan di bidang keuangan, PT Saratoga Advisor. Usaha tersebut terbukti sukses dan telah mengambil alih beberapa perusahaan lain. Pada tahun 2009, Sandi Uno tercatat sebagai orang terkaya urutan ke-29 di Indonesia menurut majalah Forbes. […]

  5. […] Sandi Uno memulai usahanya setelah sempat menjadi seorang pengangguran ketika perusahaan yang mempekerjakannya bangkrut. Bersama rekannya, Sandi Uno mendirikan sebuah perusahaan di bidang keuangan, PT Saratoga Advisor. Usaha tersebut terbukti sukses dan telah mengambil alih beberapa perusahaan lain. Pada tahun 2009, Sandi Uno tercatat sebagai orang terkaya urutan ke-29 di Indonesia menurut majalah Forbes. Di Indonesia, relatif amat susah mencari orang sukses dalam usia yang relatif muda, setidaknya dalam usia di bawah 40 tahun. Namun demikian, diantara susahnya menemukan orang sukses tersebut, muncul milyarder muda, Sandiaga Salahuddin Uno. Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia)pasti kenal dengan sosok Sandiaga S. Uno. Dia telah lengser dari jabatan ketua umum pusat organisasi yang beranggota lebih dari 30 ribu pengusaha itu. Sandi -demikian penyandang gelar MBA dari The George Washington University itu biasa disapa- tercatat sebagai orang terkaya ke-63 di Indonesia versi Globe Asia. Kekayaannya USD 245 juta. Sandi menyatakan tak disiapkan untuk menjadi pebisnis oleh orang tuanya. ”Orang tua lebih suka saya bekerja di perusahaan, tidak terjun langsung menjadi wirausaha,” ujar pria penggemar basket itu. ”Menjadi pengusaha itu pilihan terakhir,” akunya. Karena itulah, dia tak berpikir menjadi pengusaha seperti yang telah dilakoni selama satu dekade ini. ”Saya ini pengusaha kecelakaan,” katanya, lantas tertawa. Kiprah bisnis Sandi kini dibentangkan lewat Grup Saratoga dan Recapital. Bisnisnya menggurita, mulai pertambangan, infrastruktur, perkebunan, hingga asuransi. Namun, dia masih punya cita-cita soal pengembangan bisnisnya. “Saya ingin masuk ke sektor consumer goods. Dalam 5-10 tahun mendatang, bisnis di sektor tersebut sangat prospektif,” katanya,optimistis. Seorang pebisnis, kata dia, memang harus selalu berpikir jangka panjang. Bahkan, berpikir di luar koridor, berpikir apa yang tidak pernah terlintas di benak orang. “Mikir-nya memang harus jangka panjang.” Dia mencontohkan, dirinya masuk ke sektor pertambangan awal 2000. Saat itu, sektor tersebut belum se-booming sekarang. ”Jadi, ketika sektor itu sekarang naik, kami sudah punya duluan,” ujarnya. Sandi semula adalah pekerja kantoran. Pascalulus kuliah di The Wichita State University, Kansas, Amerika Serikat, pada 1990, Sandi mendapat kepercayaan dari perintis Grup Astra William Soeryadjaja untuk bergabung ke Bank Summa. Itulah awal Sandi terus bekerja sama dengan keluarga taipan tersebut. ”Guru saya adalah Om William (William Soeryadjaja, Red),”tutur pria kelahiran 28 Juni 1969 itu. Bapak dua anak itu kemudian sedikit terdiam. Pandangannya dilayangkan ke luar ruang, memandangi gedung-gedung menjulang di kawasan Mega Kuningan. ”Saya masih ingat, sering didudukkan sama beliau (William Soeryadjaja, Red). Kami berdiskusi lama, bisa berjam-jam. Jiwa wirausahanya sangat tangguh,” kenangnya. William tanpa pelit membagikan ilmu bisnisnya kepada Sandi. Dia benar-benar mengingatnya karena itulah titik awal dia mengetahui kerasnya dunia bisnis. Di tanah air, Sandi hanya bertahan satu setengah warsa. Dia harus kembali ke AS karena mendapat beasiswa dari bank tempatnya bekerja. Dia pun kembali duduk di bangku kuliah The George Washington University, Washington. Saat itulah, fase-fase sulit harus dia hadapi. Bank Summa ditutup. Sandi yang merasa berutang budi ikut membantu penyelesaian masalah di Bank Summa. Sandi kemudian sempat bekerja di sebuah perusahaan migas di Kanada. Dia juga bekerja di perusahaan investasi di Singapura. ”Saya memang ingin fokus di bidang yang saya tekuni semasa kuliah, yaitu pengelolaan investasi,” tutur ayah dari Anneesha Atheera dan Amyra Atheefa itu. Mapan sejenak, Sandi kembali terempas. Perusahaan tempat dia bekerja tutup. Mau tidak mau, dia kembali ke tanah air. ”Saya berangkat dari nol. Bahkan, kembali dari luar negeri, saya masih numpang orang tua,” katanya. Sandi mengakui, dirinya semula kaget dengan perubahan kehidupannya. ”Biasanya saya dapat gaji setiap bulan, tapi sekarang berpikir bagaimana bisa survive,” tutur pria kelahiran Rumbai itu. Apalagi, ketika itu krisis. Dia kemudian menggandeng rekan sekolah semasa SMA, Rosan Roeslani, mendirikan PT Recapital Advisors. Pertautan akrabnya dengan keluarga Soeryadjaja membawa Sandi mendirikan perusahaan investasi PT Saratoga Investama Sedaya bersama anak William, Edwin Soeryadjaja. Saratoga punya saham besar di PT Adaro Energy Tbk, perusahaan batu bara terbesar kedua di Indonesia yang punya cadangan 928 juta ton batu bara. Bisa dibilang, krisis membawa berkah bagi Sandi. ”Saya selalu yakin, setiap masalah pasti ada solusinya,” katanya. Sandi mampu ”memanfaatkan” momentum krisis untuk mengepakkan sayap bisnis. Saat itu banyak perusahaan papan atas yang tersuruk tak berdaya. Nilai aset-aset mereka pun runtuh. Perusahaan investasi yang didirikan Sandi dan kolega-koleganya segera menyusun rencana. Mereka meyakinkan investor-investor mancanegara agar mau menyuntikkan dana ke tanah air. ”Itu yang paling sulit, bagaimana meyakinkan bahwa Indonesia masih punya prospek.” Mereka membeli perusahaan-perusahaan yang sudah di ujung tanduk itu dan berada dalam perawatan BPPN -lantas berganti PPA-. Kemudian, mereka menjual perusahaan itu kembali ketika sudah stabil dan menghasilkan keuntungan. Dari bisnis itulah, nama Sandi mencuat dan pundi-pundi rupiah dikantonginya. Sandi terlibat dalam banyak pembelian maupun refinancing perusahaan-perusahaan. Misalnya, mengakuisisi Adaro, BTPN, hingga Hotel Grand Kemang. Dari situlah, kepakan sayap bisnis Sandi melebar hingga kini. […]

  6. […] Sandiaga adalah seorang businessman sukses itu benar. Tetapi apakah anda tahu kalau bisnis Uno itu ada di lini investasi? Ya Saratoga Investama Sedaya bergerak dibidang investasi. saya kutipkan saja “Dia kemudian menggandeng rekan sekolah semasa SMA, Rosan Roeslani, mendirikan PT Recapital Advisors. Pertautan akrabnya dengan keluarga Soeryadjaja membawa Sandi mendirikan perusahaan investasi PT Saratoga Investama Sedaya bersama anak William, Edwin Soeryadjaja. Saratoga punya saham besar di PT Adaro Energy Tbk, perusahaan batu bara terbesar kedua di Indonesia yang punya cadangan 928 juta ton batu bara. http://bio.or.id/biografi-sandiaga-uno/ […]

  7. Sy pernah kerja di pt. Adaro. Luar biasa, nyaman dan bangga bsa bergabung disana dlm kepemimpinannya. Mski krn suatu hal sy msti berhenti. Sukses selalu bpk Sandi..

  8. Erda Riowati says:

    Assalamualaikum pak, sebelumnya saya ucapkan selamat buat Bapak telah terpilih sebagai wakil gubernur mendampingi pak Anis. Saya ibu rumah tangga, yang mendukung kepemimpinan pak Anis dan Bapak semoga Jakarta kedepannya semakin lebih baik. Saya harap Bapak bisa mewujudkan apa yang selama ini Bapak janjikan bersama pak Anis untuk warga Jakarta. Wassalam

  9. ni made adi astrini says:

    hanya mau ucapkan selamat untuk jabatan baru. kalau ada acara di wilayah bali mohon di info supaya kita bisa jumpa.

    regard

    ni made

  10. selamat,sore aku betulkan sekali waktu untuk ri,pada sandianga uno aku ekari Memang papua.aku mundur untuk mampuskan negeri inikah?selamat siang sandiaga Uno,perawat pemula profesi pingiran papua Y.tatogo,Ar.

  11. Kelut-Melut Republik Indonesiakan.
    ( Otoritas Pemula Profesi Y.Tatogo,ar Pingiran Papua dalam kerokan berkebut Sandiaga Uno melukkankah?).
    By.Yulianus Tatogo,Ar.

    1.Selubungku Akanijagd Raya RI bersama Uno Kah?

    Bresengsekan itu di latarkan oleh seorang birokrat ri bersama Bapak Presiden Ir.Jokowidodo Dan wakil Presiden Bapak M.Jusuf Kalla,SE,ketika gangrean seakan andai bayang itu di jeratkan dalam Gaya emansipasiku menuju terselubungan sandiaga dengan seakan andai,Y,Tatogo,Ar mengandakan kepastian bernegaranya sekalipun bertanda dengan status Pns Funsional di pingiran Papua.

    Bresekan di stagnasikan oleh karena emasipasiku bukan godokan dan lucuran tetapi kuat dengan alasan amanat rakyatku kepada Sandiaga uno melicik aku di selubungan itu.peluang masuk dalam payung terselubung Juga dilandaskan dengan pohon paham demokrasi RI yang meruangdakan sejagad ri ditanduk masuk Dalam donasian,kuotaan dan kandidat RI berscale daerah,wilayah, pusat,kemetrian Dan atau propinsi Hingga kalangan Internasional RI.ketika godokan ini berunjuk pada garahan kita sebagai WNI dalam bernegara maka di stadium Kepresidenan RI era Ini mistiknya keparatan dirinya adalah wahamkan dengan eksodus Kelut-melukku bersama Peranan Tugasku pada abdi negara ri Bersama Sandiaga Uno.

    Lega rasanya ketika sandiaga uno menepisnya gadaian ide ini di akun tokoh bibliografi Sandiaga Uno sambil mengembara dirinya petugas pesaing negeri dengan guatan mafia dunia dalam edisi lepas bebas bernegara yang kemudian aku berperankan dirinya kakanda kemudian Uno mengandakan perannya petus dalam penyatuhan RI menjadi satu Negara Yang Jaya sejak Merdeka.Kerap kali kemajuan satu jaya dalam renteannya telah memisahkan Timoe leste dari pangkuan pertiwi maka kerokan ini guna menhojat pada penungu kerangka RI yang kurang Satukan dengan kejajahanya, setelah aku bijakkan dirinya pennetu realitas RI dalam penyatuhan bernegara ri maka aku bergadakan bukan Nasional atau Negriawan.

    2.Apa, itu Negriwan RI mendek kata kurus kecil seperti bodiku!

    Negriator berjuang menjadi manusia pesain hebat yang mengandalkan kepastian daerah atau wilayah dan pulau guna mentarafkan adanya imfasi militan guna mensetarakan Jajaran RI Dalam berometer kekiatan Ilmiah bahas setempat.scale Yang menyatakan Negriator berpeluang masuk Dalam kalangan Biroktasi RI lebih Karena emnasipasi Gaya bernegara RI yang melatarkan ada kedudukan birokrat RI di seketika semua orang/manusia berjenuhkan dengan pelayanan pasti Dan penganagangan jelas dari sistem kerja kenegaraan ri lewat Pemerintahan maupun kerakyatan.jadi ketika kentanya negriator RI maka Jawabnya berjuang bersama kenegrian dari semua ilutrasi mendunia dengan scale Dan balance bijak real Yang nyata dan berpawalkan birokrat RI pastinya.

    Ketika berundaikan dengan Y Tatogo Dan Sandiaga Dari Paham Negriatir berarti Bresekan itu Mengapa di layakkan karena Negriator adalah suatu luapan bahas baru berstandarkan Mawas Dan Kepandegaan dirinya bernegara dengan pendelegasian tugas sesusi statuta Yang berjenjang, ketika keparatan ini di jaga oleh Sandiaga Uno Maka luapan hidup bernegara ri Dari wawasan bernegara setempat Kita milikinya.Kepemilikan Negriator oleh Rakyat Kita baik berdalang Y tatogo maupun Sandiaga Uno maka keparatan kelut itu mesti meluklah dan atau karena kodratiku Yang lalai dengan proses perekayasaan isu negriator lewat akun Ini!godaan atau sangsi atau memang konotasi kata bahas negriator kali ini kami infaskan untuk ri lewat paparan ganda kerja petugas Y.tatogo,ar kepada Pesohor brensekan apa apa dengan Y tatogo Dan Sandiaga Uno dalam pemulangan di kalangan publik RI telah memiliki Wawasan Negriator tetapi di persempitkan lagi dari wawasan RI bercorak khas Sandiaga Uno adalah Penhojat Duta Kemanusiaan demi kualifikasi bernegara berakar dari Birokrasi bercarier.

    3.Antara Karieran Sandiaga Uno Dan Landasan Ipolkesosbudhamkam Negeri Kita.

    Kembali kerutan yang terbias dalam bayangku ingin mengansi visi tohoh Sandiaga Uno dalam bernegara Karena Tulat Yang terbentuk RI ini adalah Republik.dimana republik terpohon dalam kedudukan semua tak semena-mena menyikapi diri guna memantapkan status republik Pada kapasistensinya bukan krongka bejak tetapi kelut yang mestinya meluk agar lansadan negara berhaluan pada kapasistensi bijak real bebas ratah dalam tangis terbelajar menjadi Negriator( peka dengan anumerta dakwah sejak Dalam Pancasila dan pembukaan UUD 1945.kemelukan Uno dan atau karena kendatian tatogo bersohor dengan parawan mukadima dan ombusman kayalku.

    Kelut-meluk negara Yang bebaskan dirinya berpublikasi Juga mungkinkan bresekan maka orang/jiwa menyatakan pandangan Jelas dulu Dari pada akun ini di jelekan dan bersandaukan kelutkan saja dan atau karena kendatipun dalam kerutan aku melutkan karena orang/sipilkan gak garap isu demikian karena rasanya ini kritisi, sementara itu pada rektor Dan ragam pembahaskan berelok dengan arah bijak real pemimpin yang kemudian landasan sipil negara kita dalam kelut-melut Perawat Pemula kesehatan negeri ini mengisahkan saja.

    Antara ansietas atau waham dekat dengan kengenan Hidup dalam fantasian idola atau getaran kekiat ilmiah bahas pemula porfesi kesehatan RI beranjak dengan otoritas diriku sebagai orang papua dengan abnormal carieran yang berbejutkan pada prosa negara ini milik rakyat dan atau apa tikaian wujud carieran.dalam kerutan waham Yang berandalakan dirinya pejabat terikat dengan Ikatan Dinas berbebanikan Pemerintahan publikasian itu belum cerdaskan dengan otonomi Yang terikat dengan rakyat basic dan atau kaum terisolirkan,asalkan Sandiaga Uno lewat karir pemerintahan Republik aku orang perjasa RI membebana misi asusila pada petakan,pijakan ,landasan dan haluan,kepada sandiaga Uno Kerutan Ini melut atau apa,soayalingkan! bersentekan pilpres RI atau pelg ri aku bukankan Juga sandiaga uno Dalam resapan bernegara lewat aparat dengan mawasan Dan tegakkan carier itu.aku lebih orang /keparatan negara ini dari pada guata bersatgnasikan pada ri dalam jajaran carieran sering Dan terus kelutkan meluknya Negara RI Dalam Garapan dakwah ternista karif RI.

    4.Orang Garahan /jiwa Uno Dari Bodyku mangustam yang Somatom itu!

    Hal Ini diplomat keperawatan kesehatan dan jiwa/orang di negeri ini Juga Romawan dengan orasi kancahan negarawan Karena pepujungan Hidupkan sebuah kata Yakni Negriawan.Negrian itu orang baru bagiku ketika gagasan baru bernajak pada Negriawan maka orang uno dan kelompok carieran pernah anda memberi kata berwawasan beda bahas negara ini, aku baru mengenal dari garapan kata-kata ri akan lafalan fonem dengan hurufan padat Negriawan itu atau engkau dengan kalangan uno hanya menjamansi pemberian orang kepada negara ini sebagai bentuk andilasme dalam mengisi kemerdekaan telah di rebut sejak 17 Agustus 1945 itu.para pesohor negara kita dalam kompolotanya pernah menyebut nasionalis akan tetapi dari ekstensi kebijakan real nasionalis itu lemah dalam kepekaan bernegara setempat karena orang/jiwa menyatakan negriawan itu kuat sebagai akibat dirinya Depresian di Kota timika Jumat sore itu berganjalkan penulis apa Pesohor bresekan mengkiliarkan maafnya kepada pemimpin negara era ini.kata depresian Dalam pasokannya ganguan psical saraf oleh adanya ganguan,derita sakit yang sering merusak sistem persarafan otonom jadi aku sebagai pemula menandaikan depresi itu ganguan sistem saraf otonom oleh karena pasokontrian sel-sel pembentuk jiwa dari proses evorasi sistem saraf,sohoran kesehatan sedikit menungkitkan ahli dan patner kesehatan komunitinya Juga,coba tanggap dari prof,jiwa atau saraf padaku, sandiaga Uno kemelutkan ri dengan prof atau zodiak gagal maut ini kelutkan atau melutkan Indonesiakanku ini.

    Keindoensiaanku ini ku dutakan dengan suatu wahana visi sahabat pempin negara kita adalah orang/sejagad raya yang mengaumiku dirinya negarawan dan romawan asal tanah papua,mereka akan mempertegas dirinya sahabat pemimpin dunia Kita, dalam krongka yang kurang hadirkan kejelasanya sandiaga uno sebagai sodara negeri keindoensiaanku ini antara kelutkan atau melutkan.

    sebagai orang dengan penjamansian dirinya kolega abadi negeri magustam somatan itu sebuah ulayat di belahan timur negeri ini, disini sejak awal sudah melukan dengan kesomatoan dirinya adalah uletkan dalam kepekaan dirinya melutkan pempimpin berwibawa negeri dengan arogansian bangsawan kamu ya,sementara aku negarawan berkrongkan Negriawan itu.antara negarawan dan negriawan berkrongkakan ada negara muat dari pilar kelembagaan dan terdelegasi diseluruh ri dan negriawan ada banyak di sana( daerah atau wilayah atau pulau).orang/Raga ini menjadi varietas hidupnaku kepada negara Kita Dan pinaltikanku pada pijakan termuat dalam akun ini.
    sebagai jiwa yang tersohior dengan misi amanat merdeka Yakni mansuiawi,duniawi,agamawi dan karyawi maka sodoran Hidup di republik dalam landasan ketepatanya di loyalkan karena loyalitas hidup di negeri itu berasumsikan pada ulayat abadi telah ada bersama semesta akan tetapi kandungan di wilayah malaka mengadopsiku lebih kurang mampu lagi baru berjuluk pengintai negara Yang telah Merdeka,lalu aku berbahasa dalam budaya dan tradisi Sandiaga Uno guna melafalkan kata dan kalimat maka aku bertandakan :
    1,apa aku berkiat tradisi pikir setempat dimana sandiaga Uno melangsungan hidupmu dengan ulasan ini
    2.aku bercorak garap bahas brnegara dalam kawakan penulis lepas luas biasanya?
    3.kepada para pejuang negeri bertandang bahwa perjuangan menyempurnakan kemerdekaan dari sayapperawat negeri yang terikat langsung dengan wahana visi RI agak berguovadiskan kepemulaanku?
    4.Apakah kamu Juga wakil atau nasionalis tetapi Negeriawan pada otoritasnya kelutkan atau melutkan dihadapan sandiaga uno sebagai bapak dan atasan birokrat setempat?

    5. Tetapi Aku Menulis juga dengan Gadaian hidup ini biasanya kita.

    Sekali lagi kehidupan yang bahagia menjadi ridoin manusia negeri, meresapi kehidupanku yang kurang kabutkan ini belum melutkan jiwa lain yang kurang pandang tentang misi dunia akan kebangsaan,agama dan negara maka segelincir ini bentuk investigasi misi bangsa,agama dan negara dari kalangan internasional guna memantapkan kebangsaan yang berserikat dan damai,kegamaan yang aman dan sentosa(selamat)kemudian misi negara dengan garapan hidupkan negeri dengan manusianisme,Gerejawi ketika melutkan duniawian lalu karyawi atau berdakwa dalam pembatian dan keabadian bagi semua yang tersohor dalam komlotan Misioner agama mendunia,bangsa mendunia dan negara merdeka mendunia.hal ini menjadi kebisaan baik dalam pandangan Hidupku maka dalam perspektif kenegraan RI mesti soliderkan dan alinasikan untuk mencagarkan dalam budaya dan tradisi era berakar dari perubahan zaman dengan bahasan tradisi terikat dengan Kemanusiaan dan kerakyatan ri adalah guna memantapkan misimu Tuhan Allah (poin 5 ini agak bertictur Misi internasional dalam mengedepankan para sahabat pemimpin internasional/kalangan internasional).

    Penulis adalah Pemula profesi kesehatan yang tinggal di timika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>