Biografi Tantowi Yahya

Tantowi Yahya yang kerap disapa “Mr. Tiwai” adalah seorang presenter terkenal di Indonesia. Atas kerja keras dan kemauan belajar yang tinggi akhirnya beliau berhasil menjadi salah satu presenter/ MC terbaik di Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan penghargaan yang diterimanya dari Panasonic Awards sebagai The Most Favourite Television Quiz Host selama 2 tahun berturut-turut (2003 dan 2004). Ia juga menjadi ikon musik country di Indonesia.
tantowi-yahya

Biografi Tantowi Yahya

Tantowi Yahya adalah kakak kandung dari Helmy Yahya yang juga merupakan presenter dan produser terkenal di Indonesia. Tantowi lahir dari keluarga yang sederhana di kota Palembang pada 26 Oktober 1960. Mengawali karir di bidang perhotelan sesuai dengan background pendidikannya di National Hotel and Tourism Institute Bandung yang diselesaikannya pada tahun 1983. Sejak kecil, putra pasangan H.M. Yahya Matusin dan Hj. Komariah Yahya ini telah bercita-cita menjadi orang beken. Untuk mewujudkan itu, Tantowi pun tak segan berusaha keras. Sejak kelas 2 SMU, Tantowi belajar sambil mengajar bahasa Inggris di tempat dia kursus saat kelas 1 SMP.

Karier bisnis Tantowi Yahya

Lulus SMU tahun 1979, Tantowi yang beragama Islam ini hijrah ke Yogyakarta kuliah D1 Akademi Perhotelan di Yogyakarta. Setelah itu, Tantowi pindah ke Jakarta. Karier kerjanya diawali sebagai resepsionis di Hotel Borobudur Jakarta pada tahun 1982. Dua tahun kemudian, dia pindah ke Hotel Hilton. Tahun 1987 Tantowi pindah ke perusahaan pita kaset BASF. Berkat usaha kerasnya, Tantowi menduduki jabatan Promotion Manager dalam waktu 2 tahun.

Pada tahun 1994, berbarengan dengan keluarnya Tantowi dari BASF karena pabrik itu menutup produksi kasetnya (Pabrik BASF di Jerman menutup produk pita kaset karena dinilai sebagai sunset product yang posisinya sudah digantikan oleh disc), Tantowi sudah berkibar dengan usahanya di bawah bendera PT Ciptadaya Prestasi. PT Ciptadaya Prestasi yang sering disebut dengan akronim Ceepee (baca: Cipi), bergerak di bidang rekaman, PH (Productions House), artist management, promotion, dan event organizer. Beberapa artis yang berada di bawah bendera Ceepee adalah Lusi Rachmawati, Sherina, Molukas, dan Tantowi sendiri. Ceepee juga pernah merancang acara BASF Award 1992-1994, Miss Indonesia Pegant 1994 sampai 1996, 60 Tahun Unilever Indonesia, Citra Pariwara1994-1995, We Are Indonesia Concert Istana Bogor 1999, dan acara Panasonic Award.

Tantowi Yahya Pembawa acara

Acara televisi yang pertama dipandunya adalah kuis Gita Remaja – TVRI, pada tahun 1989, yang dipandu oleh Ani Sumadi. Kemampuannya membawakan acara langsung menempatkannya sebagai penghuni baru di ranah hiburan tanah air. Namanya berkibar bukan saja di TVRI, tapi ia juga laris sebagai MC (master of ceremony) untuk berbagai acara. Karier terbaik Tantowi sampai saat ini adalah terpilih sebagai pembawa acara kuis yang bertaraf internasional, Who Wants To be a Millionaire di RCTI, yang dibawakannya dari tahun 1999 hingga 2006. Kerja keras Tantowi terbayar dengan diboyongnya penghargaan sebagai The Most Favourite Television Quiz Host dalam ajang Panasonic Awards selama 2 tahun berturut-turut (2003 dan 2004). Tantowi juga tercatat sebagai salah satu founder sekaligus sekretaris jenderal Indonesian Music Awards Foundation dari tahun 1997-2001. Ia juga pembawa acara Are You Smarter Than A Fifth Grader sebelum akhirnya diganti oleh Nico Siahaan.

Tantowi Yahya Penyanyi country

Selain sebagai pembawa acara, Tantowi juga seorang penyanyi country. Tahun 2000, Tantowi melempar single “Gone, Gone, Gone” (karya Rinto Harahap) yang ternyata mendapat tanggapan yang cukup baik dari masyarakat. Tantowi kemudian melempar album perdananya, Country Breeze. Satu lagu andalannya adalah berjudul “Hidupku Sunyi” yang dulu pernah dilantunkan almarhum Charles Hutagalung, personel The Mercy’s. Dalam album itu hadir pula lagu “Aryati” (ciptaan Ismail Marzuki) serta lagu karya Rinto Harahap yang berjudul “Tangan Tak Sampai”. Bahkan ada 3 lagu yang dinyanyikan Tanto secara duet, yaitu dengan Helmy Yahya (“Kasih kembalilah”), Mark Alan (“Love is a Desire”). dan Pinky Warow (“You’re My Kind of Woman”). Album perdananya ini mampu menembus angka penjualan 300 ribu kopi.

Suksesnya album country itu, membawa Tantowi kembali ke TVRI untuk menyuguhkan Country Road yang menjadi andalan televisi pemerintah itu. Tak berbeda dari album sebelumnya, album kedua Southern Dreams yang diillhami lagu country Amerika, mendapat sukses besar. Keinginannya untuk melestarikan kebudayaan Indonesia dibuktikan dengan dikeluarkannya album berisikan lagu-lagu daerah yaitu Country Manado. Album ini akhirnya menghantarkan Tantowi menerima penghargaan AMI-Sharp Awards sebagai Best Ballad and Country singer pada tahun 2002. Kemudian, pada tahun 2004 AMI-Samsung Awards menganugerahinya Best Traditional Album Singer.

Tantowi kemudian mendirikan Country Music Club of Indonesia pada Januari 2003, dan setahun kemudian METRO TV mengundangnya untuk menjadi host di acara musik country atau yang dikenal “Goin’ Country”. Kecintaannya pada musik country menjalar pula pada aksesorisnya termasuk pakaian. Tantowi pun membuka gerai pakaian Western berlabel namanya sendiri, TY Western Wears. Produk yang dikembangkan TY Western Wears terdiri atas tiga kelompok besar, yaitu produk garmen, kulit, dan aksesoris.

Tantowi Yahya Anggota DPR RI

Tantowi Yahya diangkat menjadi anggota DPR RI pada tahun 2009 dengan dapil Sumatera Selatan II setelah mengeluarkan budget 1 Milliar rupiah, dan hal itu dia utarakan secara terus terang pada wartawan.
Tantowi Yahya

Kehidupan sosial Tantowi Yahya

Selain aktif dalam bidang entertainment, Tantowi tidak lepas dari kegigihannya dalam bidang pendidikan. Ia menyelesaikan pendidikan formal di D-1 Akademi Perawisata Indonesia di Yogyakarta tahuan 1982 , kemudian melanjutkanke jenjang S-1, S-2 dan S-3 di BASF Jakarta dan kini sebagai Managing Director PT Ciptadaya Prestasi dan Artis.

Dengan seabrek kesibukan menyanyi dan MC, Tantowi juga aktif di beberapa kegiatan. Antara lain, Tantowi juga terpilih sebagai Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika (PPIA) masa bakti 2004-2006. Pada tahun 2005 Tantowi diundang sebagai wakil Indonesia di Eisenhower Fellowship, sebuah event internasional yang mempertemukan wakil-wakil dari berbagai negara. Event tersebut dihadiri oleh para politikus, pejabat tinggi pemerintahan ataupun pegusaha. Dalam event itu, Tantowi adalah satu-satunya orang yang mempunyai background entertainment.

Setahun kemudian Tantowi dinobatkan sebagai Duta Baca Indonesia (DBI) tahun 2006 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI). Terpilihnya Tantowi Yahya sebagai DBI 2006 karena yang bersangkutan sebagai artis dan ‘public figure’ sejak sekolah hingga saat ini aktif dalam kegiatan meningkatkan minat dan gemar membaca di kalangan masyarakat. Menurut Tantowi, upaya yang akan dilakukan meningkatkan minat membaca masyarakat yakni meningkatkan peran keluarga dan memotivasi orang tua menyediakan kebutuhan bahan bacaan bagi anaknya serta menciptakan figur ibu dan wanita yang memberikan teladan membaca di lingkungan keluarganya.

DBI 2006 bertemakan Keluarga Sebagai Rumah Buku dan Mottonya Ibuku, Perpustakaan Pertamaku itu akan diisi program kampanye peningkatan minat dan gemar membaca dengan bekerjasama organisasi kewanitaan dan pelatihan kader keluarga membaca

Pada tahun yang sama, Tantowi mendirikan Tantowi Yahya Public Speaking School. Sebuah lembaga pendidikan yang khusus untuk mengajarkan bagaimana seseorang dapat berbicara dengan baik di depan public. Ada dua alasan dasar yang memotivator dirinya untuk mendirikan Tantowi Yahya Public Speaking School (TYPSS). Pertama merupakan realisasi keinginan dari teman-temannya dan masyarakat, yang memintanya untuk menularkan cara berbicara secara baik di depan public.Dan kedua, hal ini sebagai kerja sosial untuk berbagi kepada masyarakat untuk memanifestasikan rasa syukur Tantowi karena selama ini telah diberi anugerah dan talent yang luar biasa.

Kehidupan pribadi Tantowi Yahya

Tantowi menikah dengan Dewi Handayani. Setelah sebelas tahun menikah, mereka baru dikaruniai seorang anak laki-laki Muhammad Adjani Prasanna Yahya (lahir 11 April 2001).

Tantowi mengatakan bahwa kesuksesan yang diperolehnya sampai saat ini bukan karena kepandaian atau gelar akademis, akan tetapi kesuksesan ini diperoleh karena kemampuannya untuk menjalin hubungan dan komunikasi yang baik dengan orang dan kemampuan inilah yang diyakininya mengantarkan seseorang mencapai kesuksesan.

Keyakinan itu diperolehnya berdasarkan motto hidupnya “salah satu kepuasan terbesar saya dalam hidup ini adalah ketika berhasil menyampaikan persoalan yang pelik dalam bahasa yang sederhana dan dimengerti oleh semua orang”. Ia juga meyakini bahwa kemampuan itu bisa dipelajari.

You may also like...

4 Responses

  1. Rein Patty says:

    Saya bangga dengan upaya kerja keras yang dilakukan oleh bang Tantowi. saya harus belajar banyak dari Bang. semoga sukses GBU.

  2. sigit says:

    Suskses selalu ya buat tantowi…

  3. suherman says:

    anda salah besar dan menyakiti hati muslim dunia…. kunjungan ke israel merupakan penghianatan bagi kaum muslim dan bangsa Indonesia…. apa yang ada dalam benak mu… apa dibayar sama Yahudi atau ada darah keturunan Yahudi??????

  4. semoga dengan tingkat pendidikan S-3 dapat dimanfaatkan untuk bangsa dan negara.

    sukses selalu tantowi.. :)

Leave a Reply