Biografi Yohanes Auri Wirausaha Muda Desain Grafis

Yohanes Auri adalah seorang pemuda yang merintis wirausaha beromset milliaran rupiah di bidang desain grafis. Yohanes Auri lahir di Jakarta pada 8 Februari 1985. Beliau adalah alumni Universitas Bina Nusantara (BINUS) dengan jurusan Desain Grafis jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Wirausaha yang dirintisnya sejalan dengan disiplin ilmu yang Auri dapat saat kuliah. Hal ideal seperti ini jarang dilakukan oleh kebanyakan pemuda lain yang hanya bisa jadi pekerja kantoran atau wirausaha yang tidak sesuai kompetensinya. Dan yang lebih hebat lagi adalah Auri memulai wirausahanya dari kamar tidurnya.
yohanes-auri

Biografi Yohanes Auri Wirausaha Muda Desain Grafis

Keahlian, kerja keras, dan strategi bisnis yang tepat mampu menghantarkan seseorang pada kesuksesan. Itulah yang kini dicapai Yohanes Auri. Ia yang mampu menjadi miliarder muda melalui usaha jasa desain grafis berbendera PT Flux Asia Solusindo.

Ketekunan dan citarasa seni tinggi mengantar Yohanes Auri menjadi wirausahawan sukses diusia muda. Keikutsertaan pada ajang Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2010 menjadi titik tolak pengembangan usaha jasa desain grafis yang dirintisnya sejak bangku kuliah.
yohanes-auri-biografi-web-2Usia belia tidak menghambat seseorang untuk mencapai kesuksesan. Dengan kemampuan mengasah keahlian, kerja keras, dan strategi bisnis yang tepat, seorang anak muda bisa saja mereguk sukses dalam bisnis.

Salah satunya adalah Yohanes Auri yang berhasil mengibarkan PT Flux Asia Solusindo. Hanya dalam kurun waktu lima tahun, sang pemuda yang usianya belum genap kepala tiga ini sudah bisa menggemukkan omzet usaha jasa desain grafisnya hingga miliaran rupiah.

PT Flux Asia Solusindo – disingkat Flux Design – merupakan usaha yang bergerak di bidang desain grafis. Jasa yang diberikan antara lain pembuatan annual report, kalender, company profile, multimedia animation, corporate identity, web design, editorial design, dan branding.

yohanes-auri-biografi-web-4

Hingga saat ini Auri sudah memiliki duaratusan klien korporasi. Di antaranya, BII, BNI, Bank of China, Bank of Tokyo, Bank Sumitomo (BSMI), Asuransi Jasindo, Adira Insurance, Avrist Assurance, Erdikha Sekuritas, NISP Sekuritas, Agung Podomoro Group, Adhi Realty Group, Menara MTH, LEADS Property, Procon Indah, BP Migas, Pertamina, Astra Agro, dan Tjokro Group.

Dengan portofolio klien yang banyak dan berkelas itu, Auri optimistis bisa melipatgandakan omzetnya tahun ini. “Tahun lalu hanya satu digit (miliar), tahun ini harapannya bisa dua digit,” katanya. Menjelang akhir tahun seperti sekarang, pesanan desain dan cetak kalender korporasi sudah berdatangan.

Memulai Wirausaha Desain Grafis dari Kamar Tidur

Kreativitas bisa lahir di manapun, tak terkecuali di kamar tidur. Inilah yang dialami Yohanes Auri, finalis nasional WMM 2010 asal Jakarta. Kamar tidur di rumahnya yang berlokasi di Meruya Ilir, Jakarta Barat, menjadi saksi bagaimana pria kelahiran 8 Februari 1985 itu berjuang merajut mimpi.

“Salah satu rumus saya dalam memulai usaha yaitu mulailah dari posisi dimana kita berada. Lantaran waktu itu saya hanya punya sebuah kamar yang dijadikan studio desian dan satu komputer butut, ya saya mulai dengan itu,” ujar Auri, sapaan akrabnya, kepada SINDO, akhir pekan lalu.

yohanes-auri-biografi-web-9

Saat itu, tahun 2004, Auri masih duduk sebagai mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual di Universitas Bina Nusantara Jakarta. Berbekal satu unit komputer di kamarnya, setiap hari Auri mengotak-atik piranti lunak (software) yang biasa digunakan untuk desain grafis. Dari kebiasaan itu, Auri membulatkan tekad membuka usaha jasa desain grafis.

“Masalah terbesar kalau mau memulai bisnis, orang selalu merasa dirinya tidak bisa, masih terlalu muda, atau tidak ada modal. Saya berusaha mematahkan bermacam alasan dan ketakutan itu dengan memaksimalkan taste desain yang saya punya,” ucapnya.

Kesuksesan Auri tidak didapat dengan mudah. Dia merintis usaha ini sejak kuliah Desain Komunikasi Visual di Universitas Bina Nusantara, Jakarta. “Sejak kuliah saya sudah menjadi freelancer desain, dapat klien pertama tahun 2004. Ada teman yang pesan logo kafe, honornya waktu itu Rp 8 juta,” kata anak pertama dari tiga bersaudara ini.

Sambil kuliah, Auri menggarap pesanan desain di kamarnya yang berukuran 4×4 meter. Komputer yang digunakan pun masih komputer tabung berprosesor Pentium III. “Saya bukan dari keluarga berada. Tidak mungkin minta orangtua untuk membeli komputer canggih,” kata Auri yang anak pemilik toko suku cadang ini.

Di sela kesibukan kuliah, Auri lantas menjadi freelancer yang menawarkan jasa desain grafis, seperti pembuatan logo, brosur, dan company profile. Tak hanya di kampus, Auri juga bergerilya menelepon satu persatu perusahaan dengan harapan calon klien tertarik menggunakan jasanya. “Kerjaan apapun saya ambil yang penting bisa ngumpulin portofolio dulu,” kenangnya.

Auri menamai usaha pertamanya dengan nama “Flux Design” yang berkantor secara lesehan di kamar tidur rumahnya. Flux bermakna perubahan terus menerus ke arah yang lebih baik. Filosofi inilah yang dianut Auri dalam membesarkan usaha yang dirintis sendirian itu.

yohanes-auri-biografi-web-1

Kendati demikian, usaha menggaet klien tak semudah membalik telapak tangan. Auri bahkan hampir putus asa manakala selepas kuliah pada Januari 2006, dia menelepon dan mengirim fax ke 35 perusahaan namun tak kunjung mendapat respons positif. Sindrom pengangguran yang identik hanya tidur, makan dan main pun menghantuinya. Auri yang mengaku doyan kerja ini merasa jenuh jika kesehariannya hanya diisi kegiatan tidak jelas.

“Saya berdoa, Tuhan kalau memang diijinkan saya untuk meneruskan perusahaan ini, saya minta akhir bulan dikasih satu saja orderan. Kalau sampai akhir bulan tidak dapat, saya akan melamar pekerjaan. Ternyata, tepat tanggal 26 Januari 2006 saya dikasih satu orderan desain dari perusahaan asosiasi banking, nilainya sekitar Rp15juta,” bebernya.

Usai menggarap proyek tersebut, orderan lain mulai banyak menghampiri. Dibantu seorang desainer grafis, Auri meluaskan jaringan dan mulai memfokuskan sasaran ke segmen korporasi, seperti perbankan, asuransi, sekuritas, properti dan perusahaan lainnya. Jasa yang ditawarkan antara lain pembuatan logo, company profile, kalender, brosur dan kebutuhan alat promosi lainnya. Kelebihan yang ditawarkan adalah gaya desain yang beda dan disesuaikan dengan imej perusahaan yang bersangkutan.

Hingga kini, tercatat lebih dari 100 klien yang telah memanfaatkan jasa Flux Design. Omset perusahaan yang pada 2006 hanya Rp100juta pun meningkat menjadi miliaran pada 2010.

Berawal dari Desain gratisan

Tahun 2006, Auri lulus kuliah dan bertekad untuk tetap menjalankan usahanya itu dengan bendera Flux Desain. Ternyata dewi fortuna datang. Ada jemaat gereja yang menyukai desain majalah gratisan yang dibuatnya. “Dia pengurus Certificate Wealth Manager Association (CWMA). Inilah proyek besar pertama saya,” kenangnya. Asosiasi itu memintanya membuat desain undangan dan buku kelulusan. Nilai proyeknya waktu itu sebesar Rp 20 juta.

Pada saat acara CWMA berlangsung, Auri pun menebarkan kartu nama pada bos-bos bank yang mengikuti acara CWMA tersebut. “Saya berharap dengan perkenalan personal ini bisa mendapatkan klien besar,” katanya sambil terbahak. Auri juga memberanikan diri merekrut seorang karyawan meski masih menggunakan kamarnya sebagai ruang kerja. Selama 2006, ia hanya berhasil mendapatkan tiga klien korporasi, sisanya hanya proyek kecil.

Auri lantas menerapkan sistem jemput bola pada calon klien. Dia menawarkan jasa ke lebih dari 40 perusahaan, baik melalui mesin faksimile maupun telepon. Dia memutuskan untuk mengincar klien korporasi lantaran lebih strategis membesarkan usaha. “Sudah pasti banyak yang menolak. Nama perusahaan kami belum besar,” ujar suami dari Desiana ini.

Sampai tahun 2008, Auri masih merangkap jabatan, baik sebagai kurir, pemasar, bagian keuangan, desainer, sampai tukang tagih. “Ya, mesti nagih karena klien biasanya tidak langsung bayar penuh. Itu terjadi sampai sekarang,” katanya. Proyek makin banyak, omzet sudah mencapai ratusan juta.

Tahun 2009, Auri merenovasi kamarnya untuk diperlebar menjadi kantor lantaran sudah memiliki tujuh karyawan. “Tahun 2010, saya bikin perusahaan untuk mendapatkan proyek secara tender. Klien-klien besar pun kami peroleh,” katanya.

Nilai sekali proyek desain tidak tanggung-tanggung, mulai ratusan juta hingga miliaran. Maka, ia memasang target tinggi untuk omzet Flux Design. “Tahun ini harapannya bisa mencapai lebih dari Rp 20 miliar,” kata pria kelahiran Jakarta, 8 Februari 1985 ini.

Pada tahun lalu, Auri memindahkan kantornya ke sebuah ruko dua lantai. “Di tahun yang sama, saya mendirikan Maunge-print.com, sebuah usaha digital printing. Ini sebagai sinergi usaha karena biaya percetakan desain lebih murah dan perputaran uang di bisnis ini juga lebih cepat,” katanya.

yohanes-auri-biografi-web-7

Auri juga mulai memisahkan usaha percetakan digital dengan usaha jasa desain. Tahun ini, dia memindahkan kantor Flux Design ke Puri Kembangan, Jakarta Barat. “Puji Tuhan, saya sudah bisa membeli rumah secara tunai dan dijadikan kantor. Target saya, di 2015 sudah bisa pindah di gedung perkantoran,” katanya.

Finalis Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2010

Keikutsertaan pada ajang WMM diakui Auri sangat bermanfaat dalam pengembangan usahanya. Saat itu Auri terpilih sebagai finalis WMM 2010 untuk bidang usaha kreatif. Sejak itu, Auri bersama finalis lainnya mendapat kesempatan mengikuti pameran dan berbagai pelatihan serta seminar wirausaha yang diselenggarakan Bank Mandiri.

“Dalam pelatihan itu saya mendapat banyak pelajaran tentang cara agar perusahaan kita menjadi world class. Misalnya, cara memperlakukan klien dan yang terpenting adalah people, bagaimana membangun orang di dalam perusahaan. Itu sangat berguna untuk diterapkan di perusahaan,” tuturnya.

Seiring perkembangan usahanya, sejak Februari 2011 Auri memindahkan kantor dari rumahnya ke sebuah ruko tiga lantai di kawasan Perkantoran Kencana Niaga, Jakarta Barat. Di lokasi yang sama, Auri juga mendirikan usaha digital printing bernama “maungeprint.com”. Diusianya yang masih tergolong muda ini, Auri telah membuka lapangan kerja dengan jumlah karyawan tetap 16 orang yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan suku bangsa.

“Dulu waktu lulus kuliah, tugas saya di Flux Design rangkap lima, sebagai bos, desainer, pemasaran, keuangan, sekaligus kurir. Kalau sekarang sudah lebih jelas pembagian tugasnya seiring waktu dan dengan bertambahnya jumlah tenaga kerja. Jadi saya bisa lebih fokus memikirkan bisnisnya supaya target perusahaan tercapai dan mensejahterakan semua karyawan saya,” tandasnya.

Auri optimistis masa depan desain grafis di Indonesia kian cerah. Terlebih, desain buatan orang Indonesia sesungguhnya sangat bagus dan tidak kalah dibanding desainer asing. Adapun tantangannya adalah mempertahankan eksistensi dan kreativitas sekaligus mencari ide-ide baru yang lebih segar dan lebih baik dari sebelumnya. Di lain pihak, Auri menyayangkan masih banyaknya kalangan masyarakat yang menilai karya desain grafis sebagai sesuatu yang kurang penting dan mahal. Padahal, desain sebagai seni dan kreativitas sejatinya tidak bisa dinilai dengan uang.

Ke depan, Auri berencana masuk ke pangsa pasar internasional dengan cara mengikuti pameran di luar negeri. Ia juga menargetkan untuk bisa menggaet klien dari perusahaan di luar negeri. Dengan kemampuan mendesain bertaraf internasional, Auri percaya diri bahwa agensi lokal pun mampu bersaing dan menembus pasar internasional. “Saya yakin kita bisa maju jika terus bekarya yang terbaik dan menjadi satu kebanggaan lagi bagi saya dan bagi Indonesia tentunya“ tandasnya.

Profil Yohanes Auri di Facebook

auri is:

  • flux design
  • dreamer
  • workaholic
  • apple freak

gua adlh orang yg sifatnya tuh:

  1. i’m a DREAMER, selalu bermimpi akan sesuatu hal walopun lom ada kepastian bisa terpenuhi ato ga..tapi my dad selalu ngajarin itu “always start with a dream”
  2. selalu mau berada diatas, mungkin sebagian bakal bilang g sombong, dsb. tapi menurut gua ga ada gunanya kalo liat kebawah, cth : waktu jaman kuliah temen gua nilainya bagus2. maka gua akan berusaha utk dpt yg lebih bgs dr dia.
  3. i’m perfeksionis.. dalam melakukan sesuatu, maunya dapet yg bagus….
  4. i’m a workaholic…… kalo dah kerja kuat bgt walopun harus 12 jam lebih didepan macpro gua.. hahahha krn gua mau jadi org yg sukses berat.. biar bisa senengin org2 yg gua sayang……
  5. gua ambisius bgt. kalo da mau something harus dapet ( walopun nunggunya lama banget) ……… harus!!!!
  6. tapi gua gak kaya anak2 laen yg bisanya cuma minta.. mama, papa minta ini itu…. weleh2. da ga jaman………. cari duit dounk………….oh ya semua barang yg gua bisa dapet ini pure duit gua sendiri lho and yg terpenting semua karena anugrah tuhan… hehehehehehe
  7. btw ada kalimat yg keren nih: “laki2 sejati adalah laki2 yg bisa memulai segala sesuatu(usaha) dari nol tanpa bantuan orang tuanya”
  8. gua seh orangnya pertama kali mungkin rada diem.. kalo da kenal baru ketauan bawelnya deh….
  9. beberapa tahun kedepan gua yakin flux design bakal jadi agency gede… i believe in my god……
  10. oh ya lupa gua demen banget ama shoping… biasanya kalo lage stres ato frutasi ato bosen biasanya aye harus belanja… karena dengan belanja bisa mengobati rasa itu.. heheheh…..

Info Online Yohanes Auri

Facebook : http://www.facebook.com/yohanes.auri.3
Web Flux Design: http://www.flux-design.us
Web Maungeprint : http://maungeprint.com
Alamat Maungeprint :
Perkantoran Kencana Niaga
Jl. Aries Utama 4 blok D1 – 3T
Kembangan, Jakarta Barat 11620
T: +62 21 586 0109
F: +62 21 589 00936
E: info@maungeprint.com

Semoga Yohanes Auri menjadi inspirasi bagi pemuda Indonesia terutama mahasiswa untuk terus mengejar karir di bidang kompetensinya baik dengan bekerja di perusahaan maupun memulai start up wirausaha. Salam sukses!

Referensi : kompas.com dan wirausahamandiri.co.id

You may also like...

Leave a Reply