Kontroversi Marzuki Alie 1 : Usulkan Biaya Kampanye dari APBN

Marzuki Alie terkenal dengan kontroversinya dalam melontarkan pendapat pribadinya ke publik. Kali ini apa yang dia lontarkan adalah mengenai usulan biaya kampanye partai politik dari APBN. Mari kita simak kontroversi Mazoeki Alie yang satu ini.

Kontroversi Marzuki Alie 1

Ketua DPR Marzuki Alie mengusulkan biaya kampanye partai politik menggunakan dana dari APBN, baik untuk kampanye pemilu legislatif, pilpres, maupun pilkada.

“Saya punya ide, bagaimana kalau kampanye partai politik itu dibiayai oleh negara saja,” ujar Marzukie dalam sebuah diskusi di kediaman Bursah Zarnubi, Jakarta, Rabu (24/8).

Hal itu, kata dia, demi menegakkan asas keadilan dan nondiskriminatif terhadap partai-partai peserta pemilu. “Kalau ada partai yang mengeluarkan anggaran untuk kampanye, maka itu didiskualifikasi,” katanya.

Menurut Marzuki, sistem ini bisa berlaku untuk setiap pemilu, baik pemilihan presiden, maupun pemilihan kepala daerah. “Saya lontarkan juga bagaimana kalau pemilu legislatif, pemilu presiden, dan pemilihan kepala daerah kampanyenya dibiayai oleh negara saja. Jadi partai tidak berlomba-lomba mencari uang untuk kampanye,” ujarnya.

Marzuki yang juga anggota dewan pembina Partai Demokrat ini mengaku sudah sering melontarkan ide tersebut di setiap kunjungannya ke daerah.

“Pandangan saya ini kadang-kadang tidak menarik, tapi kalau kita perhatikan untuk mencari solusi, harusnya kita diskusikan,” tuturnya.

Apabila usulnya diterima, Marzoeki Alie yakin Indonesia akan mendapatkan pemimpin yang amanah. “Kita akan dapatkan seorang kepala daerah yang betul-betul profesional,” kata Marzuki.

Menurut dia, biaya kampanye dari APBN juga dapat meminimalisir tindak korupsi yang makin marak terjadi. “Bisa dibuat aturan agar partai tidak menyalahgunakan dana tersebut,” tuturnya.

Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) Bursah Zarnubi mengaku setuju dengan usul Ketua DPR tersebut. Ia mengatakan mekanisme parpol yang dibiayai oleh APBN dapat meniru negara Jerman.

“APBN kita kuat kok menanggung biaya kampanye partai,” katanya.

Ia yakin bahwa hal tersebut akhirnya bisa mengurangi bahkan mengeliminir perburuan rente oleh partai politik. “Sekarang kita (parpol) enggak boleh berbisnis. Berbeda dengan di Malaysia. Lihat saja UMNO (partai politik di Malaysia),” kata Bursah.

Mengenai bagaimana kontrol keuangan parpol jika diakomodir dalam APBN, Bursah mengatakan, Badan Pengawas Keuangan (BPK) yang harus berperan besar dalam menjaga pengelolaan keuangan partai tersebut.

“Perlu ada akuntabilitas dan transparansi dari parpol dalam menggunakan dana tersebut,” ujarnya.

Author : Rony Wijaya

Dapatkan Update Rumus dan Soal Terbaru Dari Blog ini! Dengan memasukkan alamat email Anda di bawah ini, maka Anda akan mendapatkan update terbaru secara langsung.


rumus

Jika rumus ini bermanfaat, silakan klik Like Facebook

10 thoughts on “Kontroversi Marzuki Alie 1 : Usulkan Biaya Kampanye dari APBN

  1. APBN sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat banyak yang disalurkan untuk dana pendidikan, kesehatan, sarana ibadah dan olah raga, infrastruktur yang menigkatkan perekonomian di desa-desa dan kota Kabupaten. Bukan untuk Parpol.

  2. Add a comment…Pak anda sja sudah tidak memberikan contoh sebagai Pejabat yg amanah, gimana yg lain mau terima, Harusnya dari diri anda dan teman2 di Partai anda memberikan contoh bagaimana menjadi pemimpin/pejabat yang amanah. Jangan cuma asal koar.

  3. inilah contoh orang gila yang memimpin 😀

    woyyyyyyyyy gila 😀

  4. Rain Blow says:

    ocehan orang gila 😀

  5. knp sih org demokrat klo ngomong asal njeplak aja…pakai otak dong boss….

  6. Gak perlu dana kampanye parpol dibiayai dari APBN lebih baik dananya untuk pembangunan, Kalau pemilu kada se Indonesia dibiayai dari APBN berapa duit harus digelontorkan, gak menjamin bisa menghasilkan pemimpin yang amanah, lebih membangun karakter anak bangsa yang anti kor.

  7. Parah pejabat yang satu ini, kalau pemilu kada se Indonesia dibiayai dari APBN berapa duit yang harus digelontorkan, lebih baik untuk pembangunan pendidikan, lebih membangun karakter generasi muda bangsa yang anti korup daripada MEMBIAYAI ANAK BANGSAT YANG BERMENTAL KORUPSI.

  8. “APBN kita kuat kok menanggung biaya kampanye partai,”

    kutipan diatas itu memang benar membuktikan bahwa pemerintahan sudah tidak waras, segala sesuatunya terkesan cuek terhadap rakyatnya, buktinya APBN kuat jika dianggarkan untuk kepentingan politik, namun sebaliknya, APBN negara kita bisa defisit jika tidak menaikkan BBM bersubsidi! SALUTTT!!!

  9. Idenya jenius… Inti dari ide ini prinsip kesetaraan… Latar belakang masalahnya, bahwa sistem pemilu yang ada sekarang cenderung memberikan keuntungan lebih kepada tokoh yang populer tapi tidak punya kemampuan dibanding tokoh yang memiliki kemampuan tapi tidak populer. Hanya sedikit perlu diperbaiki… Mungkin akan lebih tepat kalau biaya kampanye dari Negara tidak diberikan dalam bentuk cash money tapi lebih ke fasilitas kampanye/iklan secara lokal/nasional tergantung skala pemilihannya (pemilu/pilkada).. Jadi setiap kandidat memiliki kesempatan yang sama untuk memperkenalkan profil diri mereka kepada rakyat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>